setiap pagi, aily selalu berjalan di lorong kelas. Detak jantungnya terpadu sedikit lebih cepat saat melihat sosok deon, ketua kelas yang diam-diam ia kagumi. Dari kejauhan, deon tampak begitu sempurna; tinggi, pintar, dan selalu ramah pada semua orang.

aily sering kali membayangkan bagaimana rasanya jika mereka bisa lebih dekat. Namun, setiap kali ingin mendekat, rasa malu selalu menghalanginya. Aily takut ditolak.

"antara ada dan tiada, kau buat hatiku bimbang," gumam aily dalam hati, mengutip lirik lagu favorit favoritnya. Lirik itu seakan menggambarkan perasaan campur aduk yang aily rasakan.

setiap kali ada tugas kelompok, aily selalu berharap bisa satu kelompok dengan deon.

suatu hari, guru mengumumkan lomba debat antar kelas. Aily sangat ingin ikut, tapi ia merasa kemampuannya belum cukup. Namun, deon maju ke depan kelas dan mengumumkan bahwa ia akan membentuk tim debat.

"siapa saja yang mau ikut, silahkan daftar ke saya" ucap deon.

aily ragu-ragu, ia ingin sekali ikut, tapi takut ditolak. Akhirnya, dengan mengumpulkan keberanian, aily mengangkat tangannya.

"aily?" ucap deon, sedikit terkejut

aily mengangguk pelan.

"oke kamu masuk tim saya," ucap deon sambil tersenyum.

aily merasa jantungnya berdebar kencang. Ia tidak menyangka deon akan memilihnya. Selama beberapa minggu, mereka berlatih bersama. Deon ternyata sangat sabar melatih aily. Ia memberikan banyak masukan dan semangat.

hari lomba tiba, aily merasa sangat gugup. Namun, dengan dukungan dari deon dan teman-temannya, ia berhasil tampil percaya diri. Tim mereka berhasil meraih juara dua.